Jumat, 02 Januari 2009

Sebagai seorang santri gontor

HIDUP SEBAGAI SEORANG SANTRI DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR

Pondok dengan berbagai aktifitasnya membentuk para santrinya untukmenjadi seorang pemimpin, seorang pembina masyarakat bukan kepada seorang pegawai atau buruh. Karena itu sebagai manusia yang berakal dan berbudi mulia handaklah kita memiliki arah, bekal dan tujuan dalam hidup ini. Bilamana dalam kehidupan tidak ada hal itu semua, maka sia-sia saja kehidupan ini. Manusia yang baik akan selau mempersiapkan hal hal tersebut secara matang. Di Pondok ini pula harus memiliki arah, bekal dan tujuan yang hendak kemanakah kita akan tuju nantinya. Kita harus pandai pandai bergaul dengan orang lain, karena hal itu juga perlu dalammenjalani kehidupan yang penuh dengan berbagai rintangan. Walaupun demikian kita janganlah ceroboh dalam memilih kawan, karena belum tentu orang yang selama ini kita benci selamanya akan kita benci, ataupun sebaliknya belum tentu orang yang kita sayangi saat ini akan selalu kita sayangi hingga nantinya. Dalam sebuah hadis dinyatakan a'daa 'aduwwika adnaa man watsiqta bihi Musuh yang paling memusuhi adalah orang yang paling dekat dengan kita. Jadi jangan sampai kita terlalu lepas percaya pada teman yang ada didekat kita, karena apabila macan sudah memperlihatkan taringnya berarti itu suatu pertanda buruk.Manusia perlu diuji. Dan sampai kapanpun akan terus diuji. Karena dengan ujian itulah seorang akan tahu kekuatan dalam dirinya. Bila ia menyerah hanya dalam ujian yang kecil saja berarti segitulah derajatnya. Apabila ingin mengetahui seberapa setiakah seorang terhadap orang lain, maka berilah ia harta dan kehormatan. Seorang kader bukan status sosial namun itu adalah suatu amanat yang besar yang harus dijaga kehormatannya. Pondok ini memiliki nilai dan sistem sendiri. Dan nilai-nilai Pondok ini dapat dilihat dari jiwa-jiwa Pondok, Filsafat hidupnya, dan orientasinya. Pondok yang berorientasi kemasyarakatan dengan maksud mendidik para santrinya untuk menjadi seorang pemimpin masyarakat, pembina masyarakat, pengasuh masyarakat dan bukan menjadikan mereka seorang buruh atau pegawai.Dalam menjalani kehidupan Pondok, kita tidak bisa tinggal diam harus bergerak kesana kemari. Pondok ini membutukan manusia-manusia yang bisa bekerja, mau bekerja, dan mampu bekerja. Bukan hanya orang-orang yang bisa, mau dan mampu berpikir saja. Pondok ini memiliki banyak kekurangan, kalau hanya mengkririki saja akan banyak ditemukan kekurangannya. Kalau hanya demikian semua oranga uga bisa. Tapi Pondok tidak perlu seperti itu, taoi hendaklah orang yang tahu kekurangan itu bisa, mau dan mampu memperbaiki kekurangan yang ada. Nilai-nilai Pondok ini juga dijabarkan dalam bermacam-macam kegiatan yang ada, diantaranya; OPPM, Pramuka,Dewan Mahasiswa, uga kedalam kegiatan-kegiatan ekonominya, yayasan, unit usaha, persaahan dan sebagainya. Pondok ini berjiwa bebas. Bebas dalam berorganisasi, bebasdalam operasional sistem, dengan arti kebebasan adalah kemandirian. Mandiri dalam organisasi, mandiri dalam menjalankan sistem operasionalnyaMenjadi seorang kader haruslah bisa berpikir menyeluruh. Walaupun untuk saat ini wawasan terbatas namun potensi diri masih banyak tersimpan, hanya tinggal bagaimana kita mempososokan diri dalam sebuah tatanan yang rapi ini. Janganlah berpikir yang sektoral. KArena denganberpikir ke dalam suatu sektor saja akan menjadikan seseorang berpikiran picik, haatinya cupet, bahkan bisa-bisa akan berbuat licik terhadap Pondok ini. Di Pondok ini sekarang tidak diajari ta'limu-l-Muta'allim, tetapi ta'limu-l-Mua'llim. Yaitu bagaiman mendidik seorang anak menjadi seorang pemimpin, bukan selamanya menjadi seorang bawahan yang hanya akan selalu mendapat perintah.Bagaimana menjadi seorang yang berprestasi?1. Tingkatkan kemampuan diri. Yaitu kemampuan memimpin, kemampuan memobilisasi orang2. Tingkatkan kemampuan daya tahan. Dalam menjalankan tugas di Pondok pastilah tidak akan lepas dari kesalahan. Bilaman Pimpinan memberi teguran dalam kasarannya dibentak, itu semua bukanlah untuk menjatuhkan kita, namun dibalik itu senua terdapat manfaat ilmu yang banyak. Dari situ kita dididik untuk mampu bertahan dari serangan, mampu mempertahankan diri, tidak mudah goyah. Dan yang terpenting adalah untuk menyemangati agar tidak ceroboh dalam berbuat.3. Tingkatkan u'budiyah. Solatnya, wiridnya, dzikirnya, puasanya dan sebagainya.

1 komentar:

  1. assalamulaikum afwan saya cuma mau tahu blognya anak -anak gontor

    BalasHapus